Selasa, 01 Agustus 2017

Kualitas kamera smartphone bergantung pada sistem operasinya?


Kamera menjadi fitur utama yang paling diandalkan oleh produsen smartphone saat ini. Kata 'selfie' dan besaran 'megapixel' tidak pernah lepas dari berbagai kampanye iklan yang terus bertebaran diberbagai media. Namun dibalik semua keunggulan hardware yang ditawarkan, ternyata software pemrosesan dan sistem operasi mobile yang digunakan berperan lebih penting pada kualitas akhir dari gambar yang dihasilkan.

Kontroversi soal keunggulan dari sisi software untuk kualitas foto kamera yang dihasilkan mulai menyeruak tatkala salah satu mantan kepala eksekutif Google membandingkan kualitas kamera smartphone Android dan Apple iPhone. Lewat akun Facebook pribadinya, Vic Gundotra yang pernah menjabat sebagai Senior Vice President of Engineering di Google menjelaskan panjang lebar permasalahan mendasar yang dihadapi oleh Android.





Menurut Vic Gundotra, produsen smartphone Android - seperti Samsung misalnya - sulit berinovasi dengan perangkat keras yang mendasarinya (seperti kamera yang lebih baik) karena belum tentu didukung oleh versi Android yang terbaru. Mereka perlu bekerjasama dengan cara meyakinkan Google untuk menciptakan API (Application Programming Interface) yang sesuai. Dan proses ini - menurut Vic Gundotra - bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Hal ini terjadi karena Android adalah sistem operasi open source (sebagian besar) yang harus netral ke semua pihak.

Sedangkan Apple - menurut Vic Gundotra - tidak pernah mengalami semua kendala ini. Mereka bisa berinovasi dalam perangkat keras yang mendasarinya, dan cukup memperbarui perangkat lunak dengan inovasi terbaru mereka dan mengirimkannya ke produk akhir yang digunakan konsumen.

Walaupun tidak mengungkapkan alasan sulit berinovasi, namun Samsung pernah mengatakan bahwa kamera berbasis Tizen lebih cepat dibanding produk kamera berbasis Linux lainnya, termasuk kamera buatan Samsung yang menggunakan Android.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar