Jumat, 11 Desember 2015

Rusia secara resmi melarang penggunaan software asing


Pada tanggal 16 November kemarin perdana mentri Rusia Dmitry Medvedev menandatangani Surat Keputusan Nomor 1236 yang melarang penggunaan software asing di kalangan pemerintahan dan badan usaha milik negara. Menurut analis di Rusia, hal ini bisa menguntungan Tizen yang baru saja terpilih sebagai platform IT terbaik di Rusia.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, pemerintah Rusia dan badan usaha milik negara diharuskan sudah menggunakan software buatan dalam negri mulai 1 Januari 2016. Pada saat yang sama, pemerintah Rusia menyarankan untuk mengakuisisi software impor yang relevan agar bisa terus digunakan.

Pemerintah Rusia telah lama mengkaji pembuatan peraturan dan hukum yang terkait dengan hal ini. Tujuan mereka tidak hanya untuk melindungi pasar domestik, tetapi juga untuk mengatur penggunaan produk impor, termasuk di area ICT yang dinilai sensitif terhadap masalah keamanan dan kedaulatan informasi dalam negri. Agar peraturan baru ini bisa segera diimplementasikan secara luas, pemerintah Rusia telah meluncurkan program berskala besar untuk mendukung pengembangan software dalam negri dan transisi ke produk buatan Rusia. Saat ini sudah banyak produk software buatan Rusia yang telah mencapai keberhasilan dan pengakuan dari dunia internasional, sebut saja Kaspersky Lab, Dr. Web, InfoWatch, ASCON, ABBYY, Acronis, Paragon, Promt, dan banyak lagi.

Sedangkan untuk sistem operasi (OS) nasional, pemerintah Rusia telah menerapkan sejumlah proyek percontohan untuk menerapkan solusi mobile yang aman untuk perusahaan besar dan lembaga pemerintahan yang berbasis pada platform Tizen. Saat ini Tizen masih belum menjadi OS nasional Rusia, tapi mengingat adanya peraturan terbaru menjadikan peluangnya semakin membesar.

Walaupun merupakan proyek software global, namun untuk komersialisasi produk dan software Tizen dikembangkan secara lokal. Jika Tizen Mobile untuk konsumen akhir dikembangkan di India, maka Tizen Mobile untuk enterprise dikembangkan di Rusia.

"Perlu dicatat bahwa Rusia adalah negara pertama dimana solusi berbasis Tizen akan dikirim ke pelanggan korporat. Di negara-negara lain seperti India dan Bangladesh, perangkat dengan OS Tizen tiba di pasar ritel yang ditujukan buat pengguna akhir," kata Andrey Tikhonov, direktur Enterprise Business di Samsung Electronics Rusia. "Proyek ini tidak murah, dan untuk penerapannya telah menghabiskan semua kemampuan terbaik kami. Selama tahun lalu dalam pengembangan OS Tizen untuk smartphone telah mengundang partisipasi dari sejumlah besar ahli dari divisi R&D kami, dan juga karyawan perusahaan di Moskow."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar