Minggu, 24 Agustus 2014

Pekerja software Android dan smartphone Galaxy di Samsung mulai dialihkan ke Tizen


Samsung Electronics menyadari bahwa memiliki platform software sendiri sangatlah penting buat masa depan, oleh karena itu mereka tidak akan pernah menyerah untuk terus mengembangkan sistem operasi (OS) Tizen. Selain akan kembali meluncurkan berbagai produk berbasis Tizen bulan depan, Samsung juga akan terus menambah staf personel yang akan bekerja untuk mengembangkan platform software berbasis Linux ini.

"Sangat penting untuk memiliki software sendiri (sebagai jaminan masa depan), kita tidak akan menyerah dengan Tizen," kata Vice Chairman Samsung Lee Jay-yong (Jay Lee), sambil menambahkan bahwa perusahaannya akan terus menambahkan tenaga kerja software secara signifikan untuk bekerja mengembangkan OS Tizen.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics secara perlahan telah mulai mengalihkan staf karyawan mereka yang sebelumnya bekerja pada OS Android ke Tizen, termasuk yang selama ini bekerja pada produk smartphone Galaxy terbaru. Sekitar 1000 personel telah dialihkan dalam masa transisi ini. Sebelumnya pada tahun 2012 Samsung juga mengalihkan staf mereka yang bekerja pada OS bada ke OS Tizen setelah memutuskan untuk mengintegrasikan bada ke Tizen.

Sementara analis industri software di Korea mengatakan bahwa Samsung masih memiliki jalan panjang untuk sukses dengan software mereka sendiri. "Untuk beroperasi dengan baik, pengembangan suatu OS minimal harus didukung oleh 5.000 tenaga kerja," katanya.

Samsung Electronics berencana untuk meluncurkan perangkat wearable baru berbasis OS Tizen bulan depan. Smartwatch baru dalam seri Gear yang akan memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan seluler secara independen ini akan diumumkan saat pameran dagang IFA 2014 di Berlin, Jerman.

Samsung mendahulukan produk wearable berbasis Tizen karena sekarang telah menguasai 47,8% pasar, mengungguli Android Wear dengan pangsa pasar 28,6% dan Pebble ditempat ketiga dengan penguasaan pasar sebesar 23,6%. Di sisi ekosistem aplikasi, OS Tizen untuk wearable juga unggul dengan 1000 aplikasi lebih berbanding dengan Android Wear yang baru memiliki 300 aplikasi.

Selain produk wearable, Samsung Electronics juga akan mendorong penggunaan OS Tizen pada perangkat elektronik lainnya misalnya kamera digital seperti yang sudah diterapkan pada kamera mirrorless seri NX selama ini dan TV yang akan mulai dirilis tahun depan.

Untuk smartphone, OS Tizen saat ini dikabarkan baru memiliki 6000 aplikasi hingga akhir Juni kemarin (versi Tizen Store, tidak termasuk toko lain yang juga menyediakan aplikasi Tizen), masih jauh dibandingkan Android untuk smartphone yang telah melebihi 1 juta aplikasi, tapi juga masih lebih banyak dari Firefox OS yang baru mencapai 1000 aplikasi. Untuk itu Samsung akan mencari peluang lain untuk smartphone Tizen, seperti misalnya untuk pelanggan bisnis atau menjualnya di negara-negara berkembang yang tidak terjangkau layanan Google agar bisa bersaing.


0 comments:

Poskan Komentar